Seleksi dan Persiapan Kain untuk Batik

Bahan alami grosir batik jogja seperti katun atau sutra digunakan untuk kain, sehingga bisa menyerap lilin yang diaplikasikan dalam proses pewarnaan pewarna. Kain itu harus terdiri dari benang tinggi (tenunan padat). Penting agar kain berkualitas tinggi memiliki benang ulet tinggi sehingga kualitas desain batik yang rumit dapat terjaga. produsen baju batik di jogja

Menerapkan lilin dengan canting untuk membuat Batik Kain yang digunakan untuk batik dicuci dan direbus di air berkali-kali sebelum aplikasi lilin sehingga semua bekas pati, kapur, kapur dan bahan ukuran lainnya dilepas. Sebelum penerapan teknik modern, kain itu akan ditumbuk dengan palu kayu atau disetrika agar halus dan lentur sehingga paling baik menerima desain lilin. Dengan kapas berkualitas mesin yang tersedia saat ini, proses berdenyut atau penyetrikaan dapat dihilangkan. Biasanya pria melakukan langkah ini dalam proses pembatikan.

Standar industri yang ketat membedakan kualitas kain yang berbeda yang digunakan saat ini, termasuk Primissima (yang terbaik) dan Prima. Kualitas kain sering ditulis di pinggir disain. Kain kualitas yang lebih rendah yang sering digunakan di Blaco.

Alat Desain Batik
Meski bentuk seni batik sangat rumit, alat yang digunakan masih sangat sederhana. Canting, yang diyakini merupakan penemuan Jawa yang murni, adalah dinding tipis tipis yang dilapisi wadah tembaga (kadang-kadang disebut pena lilin) ​​yang terhubung ke pegangan bambu pendek. Biasanya sekitar 11 cm. panjangnya. Wadah tembaga diisi dengan lilin meleleh dan tukang kemudian menggunakan canting untuk menggambar disain pada kain.

Canting memiliki ukuran spouts yang berbeda (terhitung sesuai dengan ukuran) untuk mencapai efek desain yang bervariasi. Ceratunya bisa bervariasi dari diameter 1 mm untuk pekerjaan detail yang sangat halus hingga spout yang lebih lebar yang digunakan untuk mengisi area desain yang besar. Titik dan garis sejajar dapat ditarik dengan canting yang memiliki hingga 9 spouts. Terkadang segumpal kapas diikat di atas mulut canting atau menempel pada tongkat yang berfungsi sebagai kuas untuk mengisi area yang sangat luas.

Untuk gambar close-up canting.

Wajan
Wajan digunakan untuk melelehkan waxThe wajan adalah wadah yang memegang lilin meleleh. Kelihatannya seperti wajan kecil. Biasanya terbuat dari besi atau gerabah. Wajan diletakkan di atas tungku arang batu bata kecil atau pembakar semangat yang disebut ‘anglo’. Lilin disimpan dalam keadaan meleleh sementara pengrajin menerapkan lilin ke kain.

Lilin
Berbagai jenis dan kualitas lilin digunakan pada batik. Wax biasa yang digunakan untuk batik terdiri dari campuran lilin lebah, yang digunakan untuk kelenturannya, dan parafin, yang digunakan untuk kerapuhannya. Resin dapat ditambahkan untuk meningkatkan daya tahan dan lemak hewan membuat likuiditas lebih besar.

Meniup ke Canting membuat lilinnya mengalir dengan bebas Wax terbaik berasal dari pulau Indonesia di Timor, Sumbawa dan Sumatra; tiga jenis petroleum-based parafin (putih, kuning dan hitam) digunakan. Jumlah campuran diukur dalam gram dan bervariasi sesuai dengan disain. Resep lilin bisa sangat dijaga ketat. Memvariasikan warna lilin memungkinkan untuk menyamarkan berbagai bagian pola melalui berbagai tahap kematian. Area pola yang lebih besar dipenuhi dengan lilin yang kualitasnya lebih murah dan lilin berkualitas tinggi digunakan pada bagian desain yang lebih rumit.

Lilin harus disimpan pada suhu yang tepat. Lilin yang terlalu dingin akan menyumbat cerat canting. Lilin yang terlalu panas akan mengalir terlalu cepat dan tidak terkendali. Tukang tukang akan sering meniup ke cerat canting sebelum mengoleskan lilin ke kain untuk membersihkan canting dari setiap penghalang.

Topi
Cap memanfaatkan senar tembaga untuk membuat berbagai desain. Memproduksi batik merupakan kerajinan yang sangat menyita waktu. Untuk memenuhi tuntutan pertumbuhan dan membuat kain lebih terjangkau bagi massa, pada pertengahan abad ke – 19. topi. (cap tembaga – diucapkan chop) dikembangkan. Penemuan ini memungkinkan volume produksi batik yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode tradisional yang memerlukan aplikasi lilin yang membosankan dengan tangan dengan canting.

Setiap topi adalah blok tembaga yang membentuk unit desain. Cap terbuat dari garis tembaga lebar 1,5 cm yang ditekuk ke dalam bentuk disain. Potongan kawat yang lebih kecil digunakan untuk titik-titik itu. Saat selesai, pola strip tembaga menempel pada gagangnya.

Tutup harus dibuat dengan tepat. Hal ini terutama berlaku jika pola itu dicap pada kedua sisi kain. Adalah penting bahwa kedua sisi tutup identik sehingga pola itu akan konsisten.

Terkadang tutup dilas di antara dua grid seperti potongan tembaga yang akan membuat alas untuk bagian atas dan lilin dengan tutup bawah. Blok terbelah dua di bagian tengah sehingga pola pada masing-masing bagian identik. Cap bervariasi dalam ukuran dan bentuk tergantung pada pola yang dibutuhkannya. Jarang tutupnya akan melebihi diameter 24 cm, karena ini akan membuat penanganan terlalu sulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *