Menghitung Menggunakan Kalkulator Masa Subur

Sudahkah anda mencoba kalkulator masa subur alodokter di situs tespek.com . Kalkulator masa subur ini adalah cara sederhana berbasis aplikasi online untuk menentukan masa subur. Selain itu terdapat informasi yang lainnya, seperti prediksi masa haid bulan berikutnya dan lain sebagainya. Kecanggihan informasi yang dapat kita terima tidak terlepas dari pengembangan dari sistem manual. Dasar pembuatan kalkulator masa subur didapat dari perhitungan siklus mentruasi pada wanita.

Siklus menstruasi wanita merupakan suatu siklus yang terjadi sebulan sekali. Pada umumnya terjadi pada wanita yang telah memasuki usia pubertas hingga masa menopause. Menstruasi berlangsung selama 4 hingga 7 hari dengan volume darah lebih kurang 10-80ml perhari. Dalam satu siklus menstruasi pada umumnya akan terjadi selama 28 hari, namun apabila terjadi pada rentang 23 hingga 35 hari masih dikegorikan normal. Rentang siklus menstruasi inilah yang dijadikan dasar penghitungan masa subur wanita. Perhitungan masa subur wanita dimulai dari hari pertama menstruasi saat ini hingga hari pertama menstruasi berikutnya.

Masa subur sendiri terjadi pada 5 hingga 6 hari sebelum masa ovulasi. Sedangkan untuk masa ovulasi pada hari ke 12 hingga 16. Dapat disimpulkan pada rata-rata wanita mengalami masa subur pada hari ke 10 hingga hari ke 17 setelah hari pertama menstruasi. Jadi perhitungan masa subur bagi wanita yang mengalami siklus menstruasi teratur akan lebih mudah. Anda cukup mengurangi hari pertama menstruasi berikutnya dengan angka 14.

Kita misalkan saja saat ini anda menstruasi pada tanggal 12 April, tambahkan 28 hari maka kita mendapatkan hari pertama haid pada bulan berikutnya. Jumlah perhitungan 12 April ditambah 28 hari hasilnya 40, lalu kurangi 14 kita akan memperoleh angka 26. Ini dapat kita diinterpretasikan, bahwa pada tanggal 26 April merupakan masa subur. Namun perlu anda perhatikan kembali, situasi ini mungkin saja berubah. Perubahan kondisi ini bisa terjadi karena beberapa penyebab, seperti mengalami stres, kurang cukup istirahat, olahraga kurang teratur, dan tidak tercukupinya asupan nutrisi pada tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *