4 Rahasia Seorang Pilot Yang Jarang Diketahui

Pilot merupakan salah satu profesi cita-cita bagi sebagian orang. Menjalankan status pilot menjadi kebanggaan, serta tanggung jawab besar untuk mengangkat penumpang dengan aman ke tujuan mereka.

Mereka juga wajib melaksanakan semua prosedur masih yg telah ditentukan oleh perusahaan serta otoritas keamanan penerbangan. Sepanjang profesinya, ada berbagai faktor yg tak diketahui.

Kami juga berkesempatan untuk mewawancarai VP Training Development dari Garuda Indonesia Training Center (GITC), Martinus Kayadu, tentang berbagai faktor terkait profesi percontohan yg jarang diketahui. Inilah berbagai di antaranya.

Baca juga : Sewa Suzuki APV di Bali dan Sewa Toyota Avanza di Bali

1. Pilot hanya memegang kemudi (kemudi) selagi tak lebih dari lima menit
Kapten Martinus menyebutkan bahwa setiap pesawat didesain untuk memakai semua mobil, jadi pilot tak wajib mengendalikan roda selagi penerbangan.

“Saya memegang manual kontrol tak lebih dari lima menit seusai mendarat serta lepas landas, misalnya, saya terbang dari Jakarta-Tokyo selagi 8 jam. Jika 8 kali 60 menit 480 menit, saya menahannya hanya lima menit lebih sedikit, “katanya saat ditemui di Garuda Indonesia Training Center (GITC) di Jakarta Barat, Kosambi, Senin 10 September 2018.

Penggunaan kemudi otomatis ini direkomendasikan, ini terkait dengan kebugaran pilot yg menghindari penerbangan.

“Jika penerbangan 8 jam belum siap, mungkin 14 jam, tapi besok wajib terbang lagi, dirinya lelah kalau dirinya telah mengemudi selagi 8 jam,” jelasnya.

Namun demikian, itu tak berarti bahwa pilot itu leluasa dari tanggung jawabnya. Pilot akan mengawasi apabila ada yg salah dengan yg dirancang.

“Dia hanya menutup pekerjaannya saja, serta saat periode darurat bahwa sinyal-sinyal mesin itu mati, dirinya wajib mengambil alih penerbangan (manual),” katanya.

2. Pilot ini mempunyai ruang rahasia
Sebagai manusia, pilot juga mempunyai rasa kantuk yg tak mampu dikandung, khususnya saat mereka terbang lebih dari 15 jam. Untuk menanggulangi rasa kantuk mereka, mereka akan tidur di bunker di pesawat.

“Ada Airbus Boeing 777, tergantung pada operator, pesawat sedang dipakai ke arah mana, misalnya, penerbangan di atas 15 jam juga mengantuk, jadi bunker dinamai, lokasinya di atas, di bawah, tergantung pada tipe pesawat, – jadi, “katanya.

3. Menu makanan perintis
Selama penerbangan, pilot serta co-pilot akan memperoleh menu makanan yg sama yg dikonsumsi oleh penumpang, khususnya penumpang di kelas bisnis.

4. Usia profesor pionir hanya enam bulan
Rahasia yg tak diketahui publik, kata Martinus, merupakan pilot yg baru berumur enam bulan. Sebab, setiap enam bulan para pilot akan menjalani tes skrining kesehatan. Jika nyatanya dalam pemeriksaan kesehatan mereka gagal sebab mereka menemukan penyakit, sebab jantung mereka tak mampu meneruskan profesi hingga sembuh.

Tidak hanya dengan cara medis, pilot wajib menjalani pengujian lebih lanjut kemanjuran. Jika dari tes mereka tak disetujui oleh KPPU jadi mereka tak mampu menjalankan profesinya lagi.

“Jika Kalian tak lulus, bagaimana mereka mampu mengangkat pesawat dengan aman, itu pertanyaan,” kata pria bermata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *